Paralayang atau dalam bahasa Inggris disebut paragliding adalah olahraga udara yang memungkinkan seseorang terbang menggunakan sayap kain tanpa mesin yang dirancang menyerupai parasut yang dimodifikasi. Asal-usul olahraga ini berasal dari eksperimen terhadap parasut dan perkembangan desain sayap fleksibel yang mampu menciptakan daya angkat saat meluncur di udara.
Sejarah paragliding dimulai pada 1960-an, ketika para pionir seperti Pierre Lemoigne dan Domina Jalbertmengembangkan desain parasut yang lebih efisien untuk gliding. Jalbert, seorang penemu kelahiran Kanada, menciptakan ram-air parafoil — parasut dengan banyak sel yang terisi udara saat melayang, sehingga menghasilkan kemampuan terbang yang lebih baik daripada parasut tradisional.
Perkembangan penting lainnya terjadi pada 1970-an, khususnya di Alpine, Prancis, ketika para penerbang mulai bereksperimen dengan cara meluncur dari lereng bukit. Pada 1978, tiga penerbang — Jean-Claude Bétemps, André Bohn, dan Gérard Bosson — berhasil melakukan penerbangan pertama menggunakan sayap modifikasi dari parasut di lereng gunung di Mieussy, Haute-Savoie, Prancis. Penerbangan ini berhasil menunjukkan bahwa sayap tersebut mampu membawa pilot meluncur secara terkontrol ke lembah di bawahnya, bukan hanya turun secara vertikal seperti parasut biasa. Momen ini dianggap sebagai kelahiran olahraga paralayang modern.
Sejak saat itu, olahraga paralayang berkembang pesat di seluruh dunia. Perbaikan desain sayap, penguatan standar keselamatan, serta munculnya sekolah dan kompetisi menjadi pendorong utama popularitasnya. Di akhir 1980-an dan 1990-an, paragliding telah menjadi olahraga dirgantara yang banyak digemari para petualang, wisatawan, dan atlet dari berbagai negara.
Link Artikel 👇🏻
https://www.paraglidingbawas.com/history-of-paragliding









